Selamat Datang di Web Resmi SD LOWO Lumajang

Profil Diajeng Roro Sekartaji


Gadis kecil yang memiliki senyum manis ini kini duduk di kelas V SDN Ditotrunan 01 Lumajang. Ajeng adalah siswi yang baik, sopan, serta lembut, selembut dan semerdu suaranya yang sudah terbukti meraih prestasi diberbagai ajang lomba hingga nasional. Kalau Anda pernah mendengar Nissa Syabian menyanyikan lagu Dee Assalam, suara Ajeng sepertinya satu dua dengan Nissa Syabian. Seperti apa profil Ajeng? Kita simak ulasan berikut ini.

Lahir di Jakarta pada hari Jumat tanggal 8 Pebruari 2008 di RS Ibu dan Anak Budi Kemuliaan Jakarta Pusat dan diberi nama Diajeng Roro Sekartaji dengan panggilan Ajeng. Ajeng adalah anak ke tiga dari Heru Sontani dan Umi Sukowati dan satu-satunya anak perempuan.
Sebelum kita lanjutkan kita nikmati suara Ajeng yuk

Lahir dengan jarak  yang cukup jauh dengan kakaknya yaitu 12 tahun dari kakak kedua dan 17 tahun dari kakak pertama. Dengan demikian, ajeng dipenuhi kasih sayang. Pada waktu kecil… sehari-hari justru hampir semua kebutuhan Ajeng dilayani kakaknya kecuali menetek. Kakaknya, terutama kakak pertamanya sangat care pada ajeng, selain memenuhi kebutuhannya termasuk rajin memvidio hampir semua aktivitas ajeng. Kini kakaknya sudah bertugas sebagai dokter di RS Propinsi di Kabupaten Sumbawa Besar NTB, tentu ajeng sangat merasa kehilangan, untungnya masih ada kakaknya yang juga penuh sayang dan perhatian pada ajeng. Namun akhirnya kakaknyapun harus meninggalkan rumah karena diterima di Fakultas Kedokteran Unej. Ternyata, Allah sudah menyiapkan orang-orang yang menyayangi Ajeng, selain orang tua dan keluarga juga guru vokalnya.

Ajeng… dikandung saat usia Ibundanya sudah tidak mudah lagi, dalam dunia medis dikatakan usia resiko sangat tinggi, pada waktu itu ibundanya berusia 45 tahun yang sedang menjalani studi Ners Spesialis Keperawatan Maternitas di Universitas Indonesia. Selama dalam kandungan Ajeng, ibunda sudah mendidiknya, mendidik yang terkait dengan semangat belajar, kedisiplinan, kehidupan, dan juga spiritual. Banyak kisah menarik selama dalam kandungan, belajar tiada henti agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil maksimal, hampir tiap hari berhimpitan bergelayutan di KRL yang kala itu belum tertib seperti sekarang, adakalanya ditengah kegundahannya  sang ibunda mengajaknya jalan-jalan di Bogor melihat istana Bogor, kebun raya Bogor, atau melihat bangunan tua di sekitar stasiun Bogor (kenapa pilih Bogor? Karena KRL dari kampus UI Depok ke Bogor dalam satu rute dan tarip karcisnya murah, kala itu dari Depok ke Bogor Cuma nambayh Rp.1000,-) ; sering diajak naik turun angkutan umum dari RS Fatmawati ke kampus UI Depok dan sebaliknya… dimana naik turun angkutan umum di Jakarta tidak seperti di Lumajang, harus bisa loncat ; terlempar dari Kereta saat di stasiun Cikini ; terjebak di tengah rel KA karena macet di Jagakarsa dan saat yang bersamaan kereta akan liwat, Alhamdulilah… semua terlewati…. Allah memberikan perlindungan….
Ajeng dalam acara Cak Yuk Lumajang

Selain kejadian yang menegangkan…. Ajeng didalam kandungan juga membawa berkah rejeki dan kemudahan, sehingga Ibunda mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam menjalani studinya. Dalam pencapaian target penanganan suatu kasus tidak mengalami suatu hambatan, justru Allah seolah mengantar pasien yang Ibunda Ajeng butuhkan, dalam penyelesaian tugas akhir, ibunda mendapat tugas untuk mmengelola kasus langkah, kasus tersebut sangat kecil angka kejadiannya, namun begitu tugas tersebut dilayangkan… maka Allah kembali mengantarkan pasien-pasien tersebut terus mengalir hingga dalam waktu sekitar satu bulan… sudah mendapatkan kasus tersebut bahkan berlebih serta dengan dengan variasi yang sangat baik sebagai wahana pembelajaran. Subhanallah…. Allah Hu Akbar… Tuhan maha segalanya….

Ajeng lahir hari Jumat, hari minggu sudah diijinkan pulang dari rumah sakit langsung menuju rumah kontrakan di daerah Paseban Jakarta Pusat. Ajeng mungil yang cantik….tiba-tiba  teriak kenceng…… dalam dunia medis teriakan atau tangisan adalah alat komunikasi yang menunjukkan bahwa bayi membutuhkan sesuatu… mungkin BAK/BAB, atau digigit semut atau  minta nenen, atau ada hal lain terkaitb kesehatannya, setelah diperiksa sampai semua pakaian diganti ternyata tidak terjadi sesuatu apapun. Beberapa waktu kemudian tiba-tiba teriak lagi…. Ternyata tidak terjadi apa-apa… demikian seterusnya sampai akhirnya ibunda menyimpulkan bahwa teriakan itu adalah merupakan suatu kebiasaan ajeng…. Namun demikian ibunda tetap berpikir… mengapa teriak? Ada apa dengan teriak? Teriakan itu semakin lama semakin kenceng, kencengnya suara tidak sesuai dengan usianya, sampai tetangga-tetangga dengar teriakan ajeng. Terselip pikiran ibunda… Allah pastti punya rencana… mungkinkan ajengku kelak sebagai penyanyi?????
Ajeng masuk acara di televisi

Usia 5 bulan ibunda mengajak ajeng pulang ke Lumajang, karena studi tinggal sidang satu kali dan Mbak yang momong ajeng mau nikah. Seminggu kemudian ditinggal kembali oleh ibundanya ke Jakarta karena harus menjalani sidang ujian terakhir. Alhamdulilan lancer dengan nilai memuaskan sehibngga dalam waktu seminggu sudah beres administrasi akademiknya, sehingga pulang tanpa membawa beban. Ada kegeliasahan yang dirasakan ibunda ajeng, yaitu khawatir ajeng lupa dan tidak mau menetek pada ibundanya, sampai di wonorejo langkah pertama yang dilakukan ibunda adalah meraih ajeng dan langsung meneteki… Alhamdulilah…. Ajeng tetap mau menetek… danmenghisap dengan semangat… sampai ibunda meneteskan air mata saking bahagianya. Saat itu mata ajeng yang bulat dengan sinar dan tatapan yang suci …. Terus menatap ibunda tiada henti… sang ibundapun menatap dan menciumi ajeng tiada putus….

Di Lumajang Ajeng tumbuh sehat normal. Penuh kasih sayang, penuh perhatian. Kiebiasaan berteriaknya semakin menjadi, hingga  teriakannya didengarkan oleh tetangga yang rumahnya di tepi jalan besar. Di tengah bermain, tiba-tiba teriak… sambil kedua telapak tangganya mengepal.. setelah puas… kembali bermain.
Di rumah Ajeng dipapar dengan music klasik, Mozart dan murotal. Setelah Ajeng bisa menikmati suatu alur cerita, dikembangkan dengan film anak-anak Disney, Barbie, cerita rakyat Indonesia, kisah-kisah Nabi juga video tari tradisonal.  Dalam perkembangannya kemampuan ajeng berbicara termasuk cepat, aktif tidak bisa diam dan cerewet…

Sejak Ajeng bisa berkata…. Sudah mulai suka menirukan lagu-lagu yang dia dengar… tidak pernah fals tentu saja lirik sering salah… misalnya “ bintang kecil dilangit yang tinggi, alamatnya menghias angkasa…” hal itu terus berkembang sampai lagu berbahasa inggrispun dia nyanyikan…. Hingga seisi rumah terhibur dengan tingkah Ajeng yang menggemaskan. Pada saat Ajeng menyanyi tidak pernah diam, sambil lari sambil loncat, sambil berguling-guling dsb… Di balik keceriaannya ternyata Ajeng pemalu dan penakut saat di luar rumah…

ingin melanjutkan kisah Ajeng silahkan klik di sini

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2015. SDN DITOTRUNAN 01 - All Rights Reserved
Modified by Kang
Proudly powered by Blogger