Di salah
satu sudut Kota Lumajang, tepatnya di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan
Ditotrunan, berdiri sebuah dealer gadget terbesar yang menyediakan berbagai
jenis laptop, ponsel, hingga netbook berkualitas. Dealer tersebut adalah Lab
Persada yang telah eksis sejak tahun 2008. Setiap tahun, Lab Persada aktif
menggelar promosi dan ajang tahunan guna merayakan hari jadinya. Salah satu agenda
unggulannya adalah kompetisi bertajuk Play For Smart, sebuah ajang
Cerdas Cermat Digital pertama dan satu-satunya di Indonesia. Kompetisi ini
rutin dimulai setiap bulan Oktober sejak tahun 2022, selaras dengan bulan
berdirinya Lab Persada. Materi yang dilombakan mencakup enam mata pelajaran
utama yang diajarkan di sekolah dasar.
Game
tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas 3 hingga kelas 6 dari seluruh SD di
Kabupaten Lumajang. Tujuannya adalah membangun semangat kompetisi yang sehat,
mempererat solidaritas komunitas, serta menjadi sarana pembinaan pendidikan.
Memasuki bulan Oktober 2025, Lab Persada kembali menggelar Play For Smart
Season 4. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan oleh SD Ditotrunan 1 untuk
kembali menguji peruntungan. Setelah proses pendaftaran, wali kelas 6 yang
terdiri dari Bapak Subakri, Bu Yulina, dan Bu Nurita segera bergerak memilih
lima siswa terbaik dari masing-masing kelas. Para siswa terpilih kemudian
dibimbing dan dilatih intensif selama satu minggu hingga tersaring sembilan
anak yang resmi menjadi delegasi SD Ditotrunan 1 Lumajang.
Sembilan
siswa tersebut dibagi menjadi tiga grup. Mereka kembali diuji oleh Bapak
Subakri, Bu Yulina, dan Bu Nurita secara bergantian selama dua minggu guna
mematangkan mental serta keterampilan menjawab soal melalui aplikasi Kahoot.
Akhirnya, diputuskanlah Grup A sebagai tim utama yang akan bertanding,
sementara Grup B dan C bertugas sebagai cadangan sekaligus suporter yang siap
mendukung penuh perjuangan rekan mereka di arena perlombaan.
Pada tanggal
4 November 2025 pukul 08.30, Sesi I babak penyisihan 27 besar pun dimulai. Peserta
dari SD Ditotrunan 1 tiba di Lab Persada didampingi guru pembimbing, suporter
dari Grup B dan C, orang tua, serta Bapak Sukaryo selaku mantan Kepala Sekolah.
Suasana meriah menyambut para hadirin di tempat yang telah disediakan panitia.
Tak lama kemudian, acara dimulai dengan panduan MC yang energik. Persaingan
berlangsung sengit; setiap jawaban benar diikuti teriakan yel-yel khas sekolah
masing-masing. Suporter SD Ditotrunan 1 menjadi yang paling heboh dengan
membawa balon yang dipukul-pukul sambil bersorak, "SD Dito duk duk...
SD Dito duk duk duk!" hingga membuat MC tercengang. Di sela lomba, MC
memberikan kuis berhadiah merchandise bagi penonton dengan nilai
tertinggi. Hasilnya manis, SD Ditotrunan 1 berhasil lolos ke babak 27 besar dan
bersiap menuju semifinal satu minggu kemudian.
Sepulang
dari Lab Persada, Bapak Ibu Guru mengajak anak-anak menikmati es krim di Mixue
untuk melepas dahaga dan merayakan keberhasilan awal. Setelah itu, mereka
kembali ke sekolah untuk dijemput orang tua. Pada hari berikutnya, para guru
pembimbing kembali beraksi mengevaluasi hasil lomba sebelumnya, menambah
wawasan pada materi yang sempat meleset, serta memperkuat pemahaman siswa agar
lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.
Babak
semifinal pun tiba. Pasukan SD Ditotrunan 1 kembali hadir di lokasi bersama tim
pendukung setia. Seperti babak sebelumnya, acara dibuka dengan kuis interaktif
bagi penonton. Suasana semakin bergelora saat yel-yel kebanggaan saling
bersahutan. Suporter SD Ditotrunan 1 tetap konsisten dengan balon kebanggaannya
yang bertalu-talu. Alhamdulillah, berkat kerja keras mereka, SD Ditotrunan 1
meraih skor tinggi dan resmi melaju ke babak Grand Final untuk
memperebutkan gelar juara. Sebagai bentuk apresiasi, Bapak Ibu Guru memberikan reward
dengan mengajak anak-anak makan siang di Mak Rumpit karena hari sudah beranjak
siang.
Pasca
semifinal, intensitas latihan tidak berkurang. Para guru pembimbing tanpa kenal
lelah terus mengasah kemampuan dan mental siswa demi hasil terbaik. Seminggu
kemudian, tepatnya 19 November 2025, hari yang dinantikan tiba: Babak Grand
Final. Delegasi SD Ditotrunan 01 tampil percaya diri menghadapi perwakilan SD
Klakah 1 dan SD Muhammadiyah Sidorejo Rowokangkung. Dukungan penuh diberikan
oleh rekan-rekan mereka yang datang langsung. Bu Yulina bahkan membawa angklung
dan balon untuk menyemarakkan suasana tribun pendukung.
Di dalam
ruangan, tensi ketegangan memuncak karena perolehan nilai terus berkejaran.
Para undangan dan suporter tampak berdebar menyaksikan persaingan yang sangat
ketat. Namun, dalam hitungan menit, pertanyaan demi pertanyaan berhasil dilahap
dengan benar oleh tim SD Ditotrunan 1 hingga mereka memimpin di posisi puncak.
Akhirnya, SD Ditotrunan 1 ditetapkan sebagai Juara 1, mengungguli rival-rival
kuatnya. Kemenangan ini merupakan pencapaian gemilang yang mengulang sejarah
manis saat mereka menjuarai Play For Smart Season 2 silam. (mama Axel)

Posting Komentar