Selamat Datang di Web Resmi SD LOWO Lumajang

Ketika Tulisan Menembus Batas dan Mengukir Jejak Bersama Mama Axel

 

"Jika kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah." — Imam Al-Ghazali. Menulis adalah cara terbaik untuk meninggalkan jejak, bahkan ketika kita tidak memiliki takhta atau warisan yang besar. Melalui goresan pena, sebuah gagasan bisa hidup jauh lebih lama daripada usia kita sendiri. Di tengah riuhnya aktivitas dunia pendidikan, menulis menjadi jembatan yang mengabadikan setiap momen berharga, memastikan bahwa hal-hal baik hari ini tidak akan pernah hilang ditelan waktu.

Semangat luar biasa inilah yang terpancar nyata dari salah satu wali murid hebat kita di SDN Ditotrunan 01, yaitu Mama Axel. Menyadari bahwa bapak dan ibu guru kelas 6 memiliki keterbatasan waktu di tengah padatnya tugas mengajar, beliau dengan sukarela menyambut baik ajakan paguyuban kelas untuk membantu mendokumentasikan setiap kegiatan siswa. Langkah nyata ini menjadi bukti betapa sinergi antara sekolah dan orang tua bisa melahirkan kolaborasi yang sangat indah demi kemajuan anak-anak kita.

rapat walas kls 6 dan paguyuban 6ABC

Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, Mama Axel merajut kata demi kata, menyusun reportase kegiatan kelas 6 satu per satu secara detail. Tulisan-tulisan beliau tidak sekadar informatif, tetapi juga dikemas dengan sangat keren dan hidup—sebuah karya yang kini bisa kita nikmati dan saksikan bersama langsung di laman resmi web sekolah kita ini. Dedikasi tanpa pamrih ini menunjukkan bahwa peran wali murid bukan sekadar mendampingi anak di rumah, melainkan juga bisa menjadi motor penggerak literasi yang menginspirasi.

Keikhlasan dan bakat luar biasa Mama Axel akhirnya membuahkan apresiasi yang membanggakan. Salah satu tulisan reportase beliau berhasil lolos kurasi dan resmi dimuat di Majalah Suara PGRI edisi Mei 2026! Menariknya, saat pihak sekolah ingin memberikan honorarium atas tulisan tersebut, dengan ketulusan hati beliau menolaknya. Menghargai prinsip beliau, wali kelas 6 pun memutar otak hingga akhirnya "mengembalikan" apresiasi tersebut dalam bentuk sebuah kaos kenang-kenangan, lalu ditutup dengan momen hangat minum es bersama. Sebuah kesederhanaan yang sarat akan makna kekeluargaan.

Kisah Mama Axel adalah tamparan positif sekaligus motivasi bagi kita semua, baik guru, siswa, maupun sesama orang tua murid. Jika seorang wali murid yang sibuk saja bisa melahirkan karya yang menembus media massa, mengapa kita tidak mencoba memulainya? Mari kita jadikan momen ini sebagai pemantik semangat untuk menghidupkan budaya menulis di lingkungan SDN Ditotrunan 01. Mulailah menulis dari hal-hal kecil di sekitar kita, karena dari tulisan-tulisan kecil itulah, sejarah besar sekolah kita tercinta akan terus abadi. (red_ay)

Share this post :

Posting Komentar

YANG SUDAH hadir

Arsip Blog

 
Support : Copyright © 2015. SDN DITOTRUNAN 01 - All Rights Reserved
Nara Hubung by 0877 7447 1651
Proudly powered by Blogger